topikutama

Topik UtamaTradisi Perayaan Imlek Yang Penuh Akan Arti, Penggantian tahun atau tahun baru biasanya dirayakan tiap tanggal 1 Januari. Tetapi untuk masyarakat Tionghoa, perayaan tahun baru China atau yang umum dikatakan sebagai hari Imlek di Indonesia, semakin lebih spesial.

Tahun Baru Imlek tahun ini disongsong penuh suka ria untuk semuanya yang rayakan. Tetapi rasanya pasti berlainan dari tahun umumnya karena keadaan wabah. Semua masyarakat Tionghoa bersiap – sedia menyongsong kehadiran hari khusus ini.

Bukan hanya rayakan dengan kembang api dan kumpul keluarga, beberapa masyarakat Tionghoa mempunyai serangkaian tradisi yang penuh akan arti.

Tradisi Perayaan Imlek Yang Penuh Akan Arti

1. Bergabung Dan Makan Dengan Keluarga

Sama dengan peristiwa khusus umat lain, masyarakat Tionghoa yang rayakan menggangap Imlek sebagai peristiwa spesial karena bisa bergabung dan makan malam dengan keluarga dan orang paling dekat. Makanan yang dihidangkan juga spesial karena tidak hanya sekadar nikmat tetapi juga dipercaya sanggup bawa peruntungan untuk tiap orang. Dimulai dari ikan yang dipercayai dapat bawa peruntungan, dumpling untuk menambahkan rejeki, mie untuk memperoleh usia yang panjang, dan beberapa makanan peruntungan yang lain.

2. Serba Berwarna Merah

Merah jadi warna yang paling sama saat perayaan Imlek. Saat perayaan tahun baru China ini umumnya orang akan menghiasi tempat tinggalnya dengan dekor warna merah bahkan juga menggunakan baju warna merah. Dalam keyakinan Tionghoa, warna merah disimpulkan sebagai warna peruntungan. Disamping itu, binatang buas dalam mitologi China yakni Nian benar – benar membenci warna merah dan keributan, begitupun dengan beberapa arwah jahat. Kebalikannya dengan warna merah, saat Imlek umumnya mereka tidak menggunakan warna putih dan hitam karena warna itu adalah warna penyemayaman dan dipandang akan bawa apes.

3. Hong Bao Atau Angpau

Hong bao atau amplop merah jadi tradisi yang selalu datang saat Imlek. Di Indonesia sendiri hong bao lebih dikenali dengan panggilan angpau. Hong bao umumnya akan diberi oleh orang yang lebih tua ke mereka yang lebih muda. Seperti orang-tua yang memberi ke anaknya, khususnya mereka yang masih belum bekerja. Juga bisa bila angpau diberi dari bos ke bawahannya sebagai tradisi masyarakat Tionghoa dalam menyongsong perayaan Imlek.

4. Kembang Api Dan Petasan

Sama dengan perayaan tahun baru biasanya, menghidupkan petasan atau kembang api jadi salah satunya tradisi yang ada selalu saat Imlek. Tetapi yang membandingkan adalah petasan untuk tahun baru China adalah dibikin dari gulungan kertas merah yang selanjutnya dikasih bubuk mesiu. Suara petasan yang keras dipercayai bisa menakut – nakuti arwah jahat dan binatang jahat namanya Nian.

Disamping itu suara petasan dipakai untuk mengundang perhatian Guan Yu, seorang jenderal China yang paling disegani dan disembah sebagai dewa Tao. Tetapi atas argumen keamanan, tradisi ini sempat pernah dilarang pemerintahan. Sebagai tukarnya, umumnya perayaan Imlek akan disongsong dengan acara pesta kembang api super semarak untuk meramaikan situasi Imlek.

5. Berdoa Di Kelenteng

Kecuali berkunjung keluarga dan famili paling dekat, tradisi yang lain dilaksanakan saat Imlek ialah ke kelenteng. Sama dengan umat lain saat menyongsong perayaan hari khusus mereka, masyarakat Tionghoa akan pergi sembahyang ke klenteng. Beberapa orang umumnya akan berkunjung kelenteng pada hari ke 3 untuk berdoa dan minta karunia beberapa dewa supaya kehidupan mereka pada tahun depan lebih bagus dari tahun awalnya. Tetapi, karena keadaan wabah, sebaiknya selalu memprioritaskan keselamatan dan kesehatan. Selalu kerjakan prosedur kesehatan bila ingin lakukan beribadah di klenteng.

6. Bersihkan Rumah

Bila aktivitas bersihkan rumah teratur dilaksanakan tiap hari atau saat menyongsong hari khusus, beberapa orang umumnya akan membuat semua isi rumah nampak bersih dan mengkilat. Kecuali membuat situasi rumah jadi nyaman, bersihkan rumah saat sebelum tahun baru dipercaya bisa menyingkirkan nasib jelek tahun ini supaya tidak bersambung ke tahun depannya. Tetapi untuk beberapa masyarakat Tionghoa malah tidak bersihkan tempat tinggalnya saat hari Imlek karena dipercaya bisa menyingkirkan beruntung yang tiba.

7. Sama – Sama Memberikan Hadiah

Bukan hanya bekrumpul dengan keluarga, perayaan Imlek digunakan masyarakat Tionghoa untuk sama-sama berkunjung tetangga atau kawan akrabnya. Umumnya lawatan dilaksanakan pada hari saat Imlek, mereka berasumsi jika bertandang pada hari ke 2 malah dipandang akan bawa nasib jelek. Sudah pasti saat bertandang mereka akan bawa hadiah yang orang didatangi. Beberapa anak akan memperoleh hadiah berbentuk angpau atau permen, sedang orang dewasa dikasih hadiah camilan atau buah – buahan.

8. Barongsai

Atraksi barongsai jadi salah satunya tradisi Imlek yang terpopuler, bahkan juga untuk publik ramai sekalinya. Atraksi yang memakai baju unik ini umumnya dilaksanakan oleh 2 orang akrobat yang akan isi sisi bagian kepala dan satu kembali badan singa sisi belakang.

Tidak sekedar hanya pertunjukan, barongsai dipercaya datang karena monster yang tampil dan menghancurkan sebuah daerah di dataran China dan membuat masyarakat di situ ketakutan. Di tengah – tengah kekhawatiran itu nampaklah singa atau barongsai yang selanjutnya menyingkirkan monster itu.

Bukannya pergi, malah si monster sakit hati dan serang kembali daerah itu. Hingga masyarakat selanjutnya menyaru jadi singa untuk menakuti monster itu. Meskipun kehadiran monster itu telah tidak tampil kembali, tetapi atraksi barongsai sering dilaksanakan sebagai lambang untuk menyingkirkan penanda jelek saat mendekati perayaan Imlek.

You may also like