Topikutama

Topik UtamaPencegah Penyebaran HIV/AIDS Yang Harus Diketahui, Human Immunodeficiency Virus (HIV) ialah virus yang serang mekanisme imun badan secara agresif. Virus itu jadi pemicu AIDS atau penyakit yang namanya panjang Acquired Immune Deficiency Syndrome. Kedatangan HIV dan munculnya AIDS ini membuat badan pasien makin kurang kuat hingga badan mempunyai resiko yang besar untuk terserang bermacam penyakit yang lain. Virus, bakteri jahat, infeksi, dan semacamnya bisa dengan gampang menulari badan pasien HIV / AIDS.

Beberapa hasil klinis sudah dilaksanakan, tetapi tidak ada satu juga yang hasilkan obat penawar atau pengobatnya. Sampai sekarang ini, beberapa pakar klinis cuman bisa memberikan perawatan untuk kurangi rutinitas virus pada tubuh pasien. Meski begitu, ada langkah pencegah HIV / AIDS yang bisa dilaksanakan. Untuk kurangi imbas penebaran, bermacam organisasi dan lembaga tengah terus – menerus lakukan edukasi berkaitan pencegah penyebaran penyakit beresiko ini.

Pencegah Penyebaran HIV/AIDS Yang Harus Diketahui

Kenali Factor Penyebaran Dan Resikonya

Sangat penting untuk ketahui beberapa faktor yang beresiko memunculkan penyakit ini. Faktor – faktor yang biasanya menyebarkan virus HIV ialah factor biologis ibu yang positif AIDS, factor sanitasi alat suntik, factor pemberian ASI ibu dengan AIDS ke bayi, factor transfusi darah, dan factor hubungan seksual.

Disamping itu, juga penting untuk ketahui dan pahami resikonya. Ini bermanfaat untuk lakukan pencegah HIV dan menyikapi penyakit ini. Harus dipahami jika info yang diterima sebaiknya dapat dipercaya dan terang, bukan berita simpang siur atau berita burung semata.

Check Klinis Teratur Atau TasP

Lakukan pengujian klinis dengan teratur. Minimal kerjakan aktivitas ini minimum 3 bulan sekali. Dibanding menyangka – sangka dengan literasi kesehatan yang ngepas, mendingan kamu segera saja ke pakarnya. Dokter akan menolong dalam ketahui keadaan badan terbaru

Pengujian klinis teratur ini juga harus dilaksanakan untuk orang – orang yang aktif beraktivitas sex, baik itu sex anal, vaginal, atau oral. Penyebabnya, resiko penyebaran HIV akan bertambah pada orang – orang yang lakukan sex secara aktif, apa lagi bila orang itu mempunyai seks mitra yang bertukar – tukar. Pada kasus pencegah HIV, TasP kerap dilaksanakan. TasP (Treatment as Prevention) ialah ide pengecekan klinis atau usaha pencegah yang dilaksanakan untuk kurangi resiko munculnya dan penebaran HIV / AIDS.

Hindari Gaya Hidup ‘Bebas’

Salah satunya langkah efisien pencegah penyebaran HIV / AIDS ialah memakai dengan menjauhi dari pola hidup terlampau ‘bebas’, diantaranya menghindar ‘berhubungan’ di luar nikah. Karena penyebaran karena factor ini adalah yang umum terjadi

Jauhi Pemakaian Bekas Suntikkan

Memang betul jika penyakit AIDS bisa disebarkan lewat aktivitas sex, tetapi ini bukan satu – satunya pemicu penyebaran HIV. Transmisi darah dan aktivitas klinis semacam mempunyai resiko yang serupa. Tidak boleh ingin terima suntik sisa saat pengecekan klinis. Kamu wajib melakukan pengujian atau menyaksikan orisinalitas suntik yang dipakai.

Ditambah lagi, tingkat penyebaran HIV lewat jarum suntik, terutamanya pada kelompok pemakai narkoba, termasuk tinggi. Resikonya seputar 20% sampai 40% semakin tinggi pada kasus pemakaian jarum suntik bersama. Oleh karena itu, jauhilah pemakaian suntik sisa. Terhitung jika kamu ingin menato badan. Karena pengerjaan tato dengan alat suntik juga beresiko sama. Dan, yang terpenting ialah hindari pemakaian obat – obatan terlarang!

Kerjakan PrEP/PEP

PrEP atau pre-expsure prophylaxis ialah usaha pencegah yang dilaksanakan dengan konsumsi obat – obatan antiretroviral yang bisa kurangi resiko seorang terserang HIV secara berarti. Bila kamu percaya diri kamu terserang virus HIV, baik itu lewat rutinitas sex tanpa pengaman (kondom) atau rutinitas beresiko yang lain, kamu bisa lakukan medikasi yang sanggup kurangi resiko infeksi secara mencolok. Medikasi itu dikenali sebagai PEP atau post ecposure prophylaxis.

You may also like