Topikutama

Topik UtamaAjarkan Anak Anda Baca Ekspresi Muka Dengan Game Ini, Sebagai orang-tua, Mama pasti menginginkan sang Kecil lewat proses tumbuh berkembang yang jalan secara lancar, di mana tidak ada pertanda yang menyaratkan satu abnormalitas atau atau masalah yang lain yang tidak Mama harap. Pasti, hal ini bukanlah cuman mencakup keadaan fisiknya secara klinis atau psikologi, tetapi kekuatannya dalam bergaul.

Menurut beberapa ahli, kekuatan sosial seorang anak bisa kelihatan dari kekuatannya saat membaca air muka yang bermacam. Diterangkan selanjutnya, Gwen Dewar, Ph.D., menerangkan jika social inttelligence ikut mengikutkan kekuatan pribadi dalam pahami pribadi lain dengan menyimak arti yang terdapat dibalik bermacam pertanda yang diperlihatkan melalui badan terhitung air muka.

Seperti social inttelegence ikut direalisasikan lewat kekuatan membaca air muka, karena itu beberapa ahli dan periset mengaitkan jika anak kecil sudah seharusnya dapat memperlihatkan kekuatan sosial itu semenjak umur dini. Ini ditunjukkan oleh sebuah study yang sudah dilakukan oleh Leppänen and Hietanen pada 2011 yang mendapati jika anak kecil yang bisa membandingkan beragam jenis air muka dan pahami arti yang terdapat dibaliknya, benar-benar mempunyai potensi mempunyai lingkaran persahabatan yang luas atau banyak rekan.

Masalahnya kekuatan ekspresikan muka kenyataannya ikut merujuk pada kesensitifan dan sikap simpati dan empati yang paling diperlukan dalam bergaul. Ini bisa memacu kepedulian dan membuat watak positif yang sanggup melahirkan sang Kecil sebagai figur pribadi yang bisa berhubungan dan merajut jalinan baik dengan siapa saja nanti.

Kebalikannya, anak-anak yang mempunyai kesusahan dalam hal membaca, membandingkan, dan pahami air muka seorang disebutkan memperlihatkan hasil yang bertolak-belakang dan negatif oleh dua periset namanya Goodfellow dan Nowicki. Mereka menerangkan jika hal itu diterangkan memperlihatkan kecondongan sang Kecil alami kesusahan dalam mengenali emosi, dan alami peer problems dan learning difficulties.

Akhirnya, mereka akan susah untuk masuk dan diterima oleh lingkungan persahabatan nanti. Tetapi, berita baiknya, beberapa periset sama pendapat jika tidak ada yang telat untuk latih kekuatan sang Kecil saat membaca air muka yang bisa mendukung kekuatan sosialnya di depan.

Ini ditunjukkan dalam beragam uji coba yang mendapati jika orang-tua masih tetap mempunyai peluang untuk mengajarkan sang Kecil mengenali eksrepsi muka. Secara eksklusif, Gwen Dewar, Ph.D menyampaikan jika Mama bisa melakukan dengan menarik, seperti game yang konsentrasi pada analisis air muka, seperti dikutip dari situs Parenting Science di bawah ini.

Ajarkan Anak Anda Baca Ekspresi Muka Dengan Game Ini

1. Flash Face Cards

Sama sesuai namanya, permainan Flash Face Cards memang diadaptasi dari permainan Flash Cards yang umum dipakai oleh sekolah di kelas bahasa secara umum untuk tingkatkan kekuatan suku bahasa anak. Triknya : mengikutkan kartu-kartu dengan gambar object, lalu minta anak-anak menyebutkan nama dari object itu dengan bahasa tertentu. Dengan ide yang serupa, Mama bisa mempersiapkan kartu-kartu dengan bermacam gambar yang memperlihatkan beberapa air muka, selanjutnya minta sang Kecil untuk menyebutkan nama dari bentuk air muka itu. Ketika bermain bersama, Mama diharap untuk memberikan keterangan tambahan berkenaan air muka dan menirukannya saat anak menjawab, baik betul atau salah. Ingat, tidak boleh menjadikan situasi bermain seakan-akan seperti belajar dengan memaksakan harus menjawab betul, ya!

2. Imitating and Guessing About Facial Expression

Dalam Bahasa Indonesia, nama permainan yang ini mempunyai makna “coba mengikuti dan menerka air muka tertentu.” Karenanya, saat bermain permainan Sang Kecil akan ikut tergerak untuk mempraktikkan air muka tertentu. Pertama kali, Mama memerlukan kartu-kartu untuk permainan Flash Face Cards lebih dulu. Dengan kartu-kartu itu, Mama bisa minta anak untuk ambil sembarangan kartu, menyaksikannya dan mengikutikannya untuk Mama menerka nama dari bentuk air muka itu. Hal sama ikut dilaksanakan oleh Mama, di mana anak jadi seorang yang menerka. Untuk memotivasinya, Mama bisa memberinya mekanisme point untuk tentukan siapakah yang menang dan yang kalah. Menghadiahkan yang menang, ya! Jika Mama yang menang, pilih hadian yang masih tetap membahagiakan hati sang Kecil, seperti meminta untuk merengkuh Mama.

3. Explaining Emotions

Masih memakai kartu-kartu Flash Face Cards, permainan namanya Explaining Emotions ini mempunyai langkah bermain yang disebutkan lebih simpel dan ikut menarik kekuatan kreativitas sang Kecil. Masalahnya di sini, sang Kecil akan disuruh untuk ambil sembarangan kartu yang Mama berikan, selanjutnya menyaksikan gambar yang memperlihatkan air muka tertentu. Dari sana, sang Kecil diwajibkan untuk bercerita cerita narasi dari khayalannya tentang apa yang membuat memperlihatkan air muka itu. Tak lupa, tanya nama dari bentuk air muka itu. Sebagai contoh, anak memperoleh kartu dengan gambar air muka seorang wanita yang ketawa. Sang Kecil bisa menjawab, “Wanita ini ketawa karena menyaksikan badut.” Lantas, Mama tanya, “Apa yang dirasanya?” sang Kecil pasti semestinya menjawab, “Dia senang atau suka.”

4. Matching Cards

Jika di sejumlah permainan awalnya, Mama cuman memerlukan satu set kartu-kartu dari Flash Face Cards. Ini kali, di dalam permainan Matching Cards, Mama memerlukan satu set kartu tambahan yang mengenali keadaan yang bisa jadi argumen dibalik masing-masing gambar air muka. Sebagai contoh, Mama mempunyai 3 kartu yang masing-masing memperlihatkan gambar gestur suka, bersedih dan jijik. Karena itu, di satu set kartu baru, persiapkan 3 kartu yang memperlihatkan keadaan yang rasional, seperti, “Saya memperoleh hadiah” untuk suka, “Hujan turun saat saya ingin bermain ke luar” untuk bersedih, dan “Ada kotoran binatang di lantai kamarku” untuk jijik. Nach, saat permainan diawali, Mama harus mengacak-acak formasi kartu-kartu dan minta anak untuk mencocokannya . Maka, sang Kecil akan pahami benar berkenaan air muka, dech!

5. Storytelling Cards

Tidak ada yang lebih asyik untuk Sang Kecil selainnya berfantasi dalam sebuah narasi yang hebat dan membahagiakan. Ini bisa digunakan dalam sebuah permainan Storytelling Cards yang bisa tingkatkan kemampuamnya saat membaca air muka. Mama cuman memerlukan kartu-kartu untuk Flash Face Cards dan memakainya satu demi satu untuk membuat sebuah narasi bersama sang Kecil . Maka, Mama mengocak lebih dulu kartu itu dan menempatkannya di atas meja pada kondisi tertutup. Dari sana, Mama mengawalinya dengan ambil kartu yang berada di teratas, lalu membuka. Kemudian, Mama mulai membuat cerita narasi. Sebagai contoh, Mama memperoleh kartu ekpsresi muka suka, karena itu Mama bisa menceritakan, “Di suatu hari, ada seorang putri yang suka karena seorang Pangeran ajaknya bermain.” Selanjutnya, meminta sang Kecil meneruskan narasi itu dengan lakukan hal yang seperti yang Mama kerjakan.

You may also like